Jumat, 21 Agustus 2009

"One Day Is Your Life 1 ( Tutur Bijak Ananda ) "



Salah satu cerita yang berkesan....yang dapat menjadi acuan bagi kita semua untuk lebih rendah hati dalam memaknai ilmu,...............

Proses pembelajaran dapat kita peroleh dari manapun,dengan melihat, mendengar ataupun dipraktekkan secara langsung semuanya sah-sah saja. Terkadang kita cenderung menganggap diri kita lebih dewasa, lebih bijak, lebih "wish", lebih kaya ilmu dan segala predikat yg melekat pada pribadi kita saat ini sebagai orang yang lebih tua...ya sebagai orang yg terlahir lebih tua. Tutur bijak dari yang lebih muda, seorang "Ananda atau Adinda", terkadang kita abaikan dan anggap angin lalu, padahal dari merekalah kita pun banyak belajar dan menelaah suatu hal..



Seseorang berkisah, tentang tetangganya dengan kondisi ekonomi menengah tinggal bersama orang tuanya yg telah renta dgn kondisi fisik panca indranya telah hilang……

Semakin hari kehidupan ekonomi orang ini semakin membaik, usahanya sukses luar biasa dan dia berhasil membangun sebuah rumah dgn arsitektur modern.

Laki-laki tersebut memiliki seorang istri yang tidak senang terhadap mertuanya, ia memandang bahwa mertuanya hanya merupakan beban bagi keluarga.



Ketika mereka mulai mengisi rumah dengan perabotan dan menghiasinya dengan segala pernak-pernik mewah, Si Istri berkata kepada suaminya, " Bagaimana pendapatmu jika ayahmu kita tempatkan di atas loteng dan kita antar makan minum ke kamarnya ?, Ia telah tua, dan dia tidak akan tahu di mana dia berada".

Suami menjawab, " Lakukan saja apa yang Kamu anggap baik. " Si Istri kemudian meletakkan mertuanya di kamar paling atas rumah mereka dan menyediakan peralatan khusus untuknya, sehingga tidak akan mengotori peralatan makan mereka.



Seiring berjalannya waktu, hari demi hari, bulan demi bulan , si istri merasa kelelahan naik turun loteng untuk mengantar makanan mertuanya, kemudian ia berkata kepada suaminya " aku, dan anakku capek naik turun mengantar makan dan minum ayahmu, bagaimana kalau ayahmu ditempatkan di kamar depan tidak di loteng lagi . "

" tempatkan dimana saja Kau suka,jawab suaminya. "

Kemudian si Istri menurunkan ayahnya yang telah renta dan menaruhnya di kamar tambahan yg terletak di depan. Tak lupa ia sertakan perlengkapan makan khusus beserta pakaian khusus untuk mertuanya.


Namun perlakuan khusus itu tidaklah berlangsung lama, ketika semua anggota keluarga berkumpul untuk makan siang, tiba-tiba anaknya yang paling kecil berkata " AYAH, AYAH, AKU AKAN MERAWAT PIRING KAKEK SETELAH IA MENINGGAL. "

Si ayah bertanya sambil menyuap makanan ke mulutnya, " Apa yang hendak Kamu lakukan dengan piring itu ? "

Si anak menjawab, " JIKA AYAH TELAH TUA NANTI AKAN AKU GUNAKAN PIRING ITU SEBAGAI TEMPAT MAKAN AYAH . "

Seketika itu juga makanan yang hendak ia suap seakan tersangkut di tenggorokan, kedua matanya melotot, mendengar ucapan lugu nanpolos dari Si ANak namun penuh Arti. Kata-kata itu bagai Petir yang menyambar kepalanya.



Ia berpaling pada istrinya, " Dengar mulai detik ini aku tidak menyantap makanan atau menghirup kopi atau segelas air putih kecuali bersama ayahku. Mari semuanya bangkit, kita akan menyantap makanan bersamanya. "

Sejak saat itu tidak sekalipun ia masuk atau keluar rumah kecuali mengucapkan salam kepada Ayahnya. Selang beberapa bulan kemudian Ayahanda itu meninggal.



Di penghujung itu merupakan hal yg baik bagi si anak dengan ayahnya, di mana ia menyadari kekhilafannya....ALLAH tunjukkan lewat ucapan apa adanya dari seorang anak kecil yang telah membuka mata batinnya untuk memuliakan orang tuanya....



Trimakasih : Untuk Khalid Abu Shalih yg menuturkan dan Dik Rahmat yang berbagi referensi...

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya ditunggu...